Showing posts with label Bahan Ajar. Show all posts
Showing posts with label Bahan Ajar. Show all posts

Sunday, November 3, 2013

10 Cara jitu selesaikan Soal Cerita

Soal cerita merupakan soal yang harus diperlakukan secara khusus. Soal bentuk ini hendaknya mendapat perhatian yang berbeda dengan soal-soal yang lain. Menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian siswa, namun tak sedikit pula diantara mereka yang alergi dengan soal model ini. Setidaknya jika mampu menyelesaikan soal cerita dengan tuntas secara baik dan benar maka akan memberikan kepuasan yang lebih bagi yang mengerjakan.

Dalam penyelesaian soal cerita terdapat tahapan menerjemah bahasa kedalam simbol-simbol matematika yang logis, ini seakan kita sedangan menerjemah suatu bahasa asing ke dalam bahasa yang lain. Dalam menerjemah tersebut kita perlu mengetahui kosa kata, yang dapat kita pelajari dan hafalkan dari kamus atau yang lain. Berbeda dengan menerjemah ke dalam simbol-simbol matematika, diperlukan logika  yang cukup

Setiap soal cerita memiliki keunikan sendiri. Seperti sidik jarimu yang berbeda dengan sidik jariku, demikian pula soal cerita masing-masing berbeda. Walaupun soal cerita seunik sidik jari, soal cerita memiliki kesamaan dan pola. Menghasilkan kesamaan dan pola yang paling banyak akan memudahkan untuk mengerjakan soal cerita. Daftar saran untuk mengerjakan soal cerita membantumu menemukan kesamaan ini. Gunakan sebanyak mungkin atau sedikit mungkin kesamaan ini saat kamu memerlukannya untuk menyelesaikan soal cerita.


Wednesday, October 23, 2013

10 kesalahan umum yang sangat fatal

Untuk siswa - siswiku dan siswa-siswa yang lain, cermatilah 10 kesalahan yang umum dilakukan oleh kalian yang akibatnya bisa jadi fatal, dengan mencermati hal tersebut semoga kamu tidak sampai melakukan hal serupa kelak pada saat menyelesaikan soal matematika. berikut ini 10 kesalahan yang umum dilakukan, Sebagian besar aturan aljabar tampak masuk akal, sehingga mudah diingat. Namun ada beberapa diantara aturan yang tidak demikian.
Kesalahan utama terjadi pada saat mengerjakan operasi jenis pengembangan  : mendistribusikan atau memangkatkan binomial, atau memecah pecahan, atau menaikkan pangkat. kesalahan besar lainnya adalah berkaitan dengan bilangan negatif. Berhati-hati dengan getaran negatif itu.

    Monday, October 14, 2013

    3 Aturan Pokok Aljaabar

    Sama halnya dengan mengemudikan mobil, ataupun mengendarai sepeda motor, bahkan pejalan kakipun memiliki aturan-aturan yang harus dipatuhi. Jika setiap orang mengikuti dan patuh terhadap aturan yang ia perankan niscaya kecelakaan dan kekacauan dapat dihindari. Hal sama berlaku dalam aljabar, dasar-dasar aljabar juga melibatkan aturan-aturan. Kita harus mematuhi atura-aturan aljabar ketika menggunakan peubah, bilangan dan simbol. Mengikuti aturan sangatlah penting, terutama dalam menyelesaikan soal. oleh karena kamu tidak mengetahui nilai yang di wakili oleh sebuah peubah (variabel). Atura-aturan dibuat, dan setiap orang menggunakan aturan yang sama. Alasan inilah yang mendasari aljabar menjadi bahasa yang universal. 

    Friday, October 11, 2013

    Berbicara dalam bahasa aljabar

    Saya kadang tak habis pikir bahkan jengkel, marah, dan kesal, coba sobat bantu mikir! Saya suatu ketika pada saat ngajar aljabar tanya kepada siswa saya gini : "Nak, kalo satu porsi bakso dihargai Rp 8.000,- dan saat ini saya ada uang Rp 24.000,- dan saya pakai semua tuk membeli bakso tersebut, saya dapat berapa porsi?" apa yang terjadi? Siswa-siswa saya dengan mudahnya dan serempak menjawab : "dapat tiga, Pak!"  

    Lalu pertanyaan saya ganti gini : Kalo ada 8000x sama dengan 24000, berapa nilai x tersebut? mereka terdiam, dan tak sedikit dari mereka yang bingung atau bahkan gak bisa menjawab. Coba, aneh bukan!  padahal dua pertanyaan tersebut memiliki pola yang sama.

    Thursday, August 29, 2013

    Kesebangunan Pada Segitiga


    Segitiga merupakan bangun datar yang paling sederhana, dua segitiga disebut sebangun mana kala memenuhi salah satu sifat dari dua syarat kesebangunan pada umumnya sebagai berikut :
    1.       Sudut – sudut yang bersesuaian sama besar
    2.       Sisi-sisi yang bersesuai memiliki perbandingan yang senilai.
    Dua syarat kesbangunan di atas pada segitiga akan memiliki hubungan yang saling terkait satu sama lain. Jika salah satu syarat sudah terpenuhi maka syarat yang keduapun akan terpenuhi. Inilah kesederhanaan segitiga dalam hal kesebangunan di bandingkan dengan segi-segi yang lain.

    Friday, September 7, 2012

    Bahan Ajar Matematika SMP/MTs

    d      atayu
    BAHAN AJAR
    MATEMATIKA SMP / MTs
    Kelas VII
    I.                    SEMESTER 1
    A.      Bilangan Bulat dan Operasinya
    B.      Bilangan Pecahan
    C.      Bentuk Aljabar
    D.      Persamaan dan pertidaksamaan linier satu variable
    II.                  SEMESTER 2
    A.      Perandingan
    B.      Himpunan
    C.      Garis dan sudut
    D.      Segiempat
    Kelas VIII
    I.                    Semester 1
    A.      Faktorisasi Suku Aljabar
    B.      Relasi dan Fungsi
    C.      Persamaan garis lurus
    D.      Sistem Persamaan Linier Dua Variabel
    E.       Teorema Phytagoras
    II.                  Semester 2
    A.      Lingkaran
    B.      Garis Singgung Lingkaran
    C.      Kubus dan Balokbaca
    D.      Limas dan Prisma Tegakbaca di sini
    Kelas IX
    I.                    Semester 1
    A.      Kesebangunan dan kekongruenanbaca di sini ataudi sini dandi sini
    B.      Bangun Ruang Sisi Lengkungbaca di sini atau di sini
    C.      Statistika
    D.      Peluang
    II.                  Semester 2
    A.      Pangkat tak sebenarnya
    B.      Barisan dan Deret

    Wednesday, August 17, 2011

    Pemecahan Masalah Bangun Ruang Sisi Lengkung

    BAHAN AJAR 05

    Nama Sekolah : SMP N 1 PUCAKWANGI
    Mata Pelajaran : Matematika
    Kelas / Semester : IX / 1 (Ganjil)


    Standar Kompetensi :
    Geometri dan Pengukuran
    2. Memahami sifat-sifat tabung, kerucut dan bola, serta menentukan ukurannya
    Kompetensi Dasar :
    2.2 Menghitung luas selimut dan volume tabung, kerucut dan bola

    Materi Pembelajaran

    Luas dan Volume Bangun Ruang Sisi Lengkung

    BAHAN AJAR 05

    Nama Sekolah : SMP N 1 PUCAKWANGI
    Mata Pelajaran : Matematika
    Kelas / Semester : IX / 1 (Ganjil)

    Standar Kompetensi :
    Geometri dan Pengukuran
    2. Memahami sifat-sifat tabung, kerucut dan bola, serta menentukan ukurannya

    Kompetensi Dasar :

    2.2 Menghitung luas selimut dan volume tabung, kerucut dan bola

    Materi Pembelajaran

    2. Menghitung Luas Selimut dan Volume Tabung

    Sebuah benda berbentuk tabung memiliki jari-jari r dan tinggi t. Jika kalian ingin membuat tabung dari kertas yang ukurannya tepat sama dengan ukuran benda tersebut, berapakah luas kertas yang kalian perlukan? Untuk menjawabnya, pelajari uraian materi berikut.
    a. Luas Selimut
    Dengan memerhatikan gambar 2.3, kita dapat mengetahui bahwa luas seluruh permukaan tabung atau luas sisi tabung merupakan jumlah dari luas alas ditambah luas selimut dan luas atap. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar jaring-jaring tabung sekali lagi.


    Sehingga kita dapatkan rumus:

    b. Volume Tabung
    Tabung merupakan pendekatan dari prisma segi-n, dimana n mendekati tak hingga. Artinya, jika rusuk-rusuk pada alas prisma diperbanyak maka akan membentuk sebuah tabung dimana hanya mendekati satu bidang alas, satu bidang atas dan satu sisi tegak. Karena alas dan tutup tabung berbentuk lingkaran maka volume tabung adalah perkalian luas daerah lingkaran alas dengan tinggi tabung.



    Friday, August 12, 2011

    BANGUNG RUANG SISI LENGKUNG


    BAHAN AJAR 04

    Mata Pelajaran : Matematika
    Kelas / Semester : IX / 1 (Ganjil)


    Standar Kompetensi :
    Geometri dan Pengukuran
    2. Memahami sifat-sifat tabung, kerucut dan bola, serta menentukan ukurannya.
    Kompetensi Dasar :
    2.1 Mengidentifikasi unsur-unsur tabung, kerucut dan bola


    Di sekitar kita banyak dijumpai benda-benda yang merupakan refleksi dari bangun ruang sisi lengkung. Bahkan benda-benda tersebut sering kita gunakan baik sebagai peralatan maupun permainan. Sebut saja bola, kelereng, kaleng minuman, bedug, terompet, dan corong. Jika demikian, benda-benda tersebut tidak asing lagi bagi kita. Benda-benda tersebut merupakan refleksi dari bangun ruang yang berupa bola, tabung, dan kerucut. Akan lebih menyenangkan jika kita dapat mengetahui berapa banyak benda-benda tersebut menampung udara, air, serta berapa panjang dan luas kulit bola atau kaleng tersebut. Untuk itu kita akan pelajari lebih lanjut dalam bab Bangun Ruang Sisi Lengkung. Setelah mempelajari bab ini diharapkan kalian dapat mengidentifikasi unsur-unsur tabung, kerucut, dan bola serta menghitung luas selimut dan volume bangun tersebut. Yang tak kalah penting adalah kalian dapat memecahkan masalah yang berkaitan dengan bangun ruang tersebut

    A. Tabung (Silinder)
    Perhatikan gambar di samping.
    Bentuk apakah yang dimanfaatkan alat musik tersebut. Mengapa drum selalu berbentuk tabung?
    1. Unsur-unsur Tabung dan Melukis Jaring-jaring Tabung
    Sebelum kita mempelajari lebih lanjut mengenai tabung, coba sebutkan benda-benda di sekitar kalian yang berbentuk tabung. Berikut ini akan kita pelajari berbagai hal tentang tabung.

    a. Unsur-unsur Tabung
    Dapatkah kalian menyebutkan unsur-unsur sebuah tabung? Agar dapat menjawabnya, lakukanlah kegiatan berikut.

    Dari kegiatan tersebut kita akan dapat mengetahui unsur-unsur tabung. Salin dan isikan unsur-unsur itu pada tempat yang tersedia.
    a. Tinggi tabung ....
    b. Jari-jari alas tabung ... dan jari-jari atas tabung ....
    c. Diameter alas tabung ... dan diameter atap tabung ....
    d. Alas dan atap tabung berupa bidang datar yang berbentuk ....
    e. Selimut tabung berupa bidang lengkung. Apabila dibuka dan dilembarkan berbentuk ....

    b. Jaring-jaring Tabung
    Dari kegiatan sebelumnya kita dapat mengetahui bahwa tabung atau silinder tersusun dari tiga buah bangun datar, yaitu:
    a. dua buah lingkaran sebagai alas dan atap silinder,
    b. satu buah persegi panjang sebagai bidang lengkungnya atau selimut tabung.
    Rangkaian dari ketiga bidang datar itu disebut sebagai jaring-jaring tabung. Coba kalian gambarkan jaring-jaring dari kaleng tersebut. Apakah kalian mendapatkan jaring-jaring tabung seperti gambar berikut?

    Gambar 2.3 menunjukkan jaring-jaring sebuah tabung dengan jari-jari alas dan atapnya yang berupa lingkaran adalah r dan tinggi tabung adalah t.
    Jaring-jaring tabung terdiri atas:
    a. Selimut tabung yang berupa persegi panjang, dengan panjang selimut sama dengan keliling lingkaran alas tabung 2πr dan lebar selimut sama dengan tinggi tabung t.
    b. Dua lingkaran dengan jari-jari r.

    B. Kerucut
    1. Unsur-unsur Kerucut dan Melukis Jaring-jaring Kerucut
    a. Unsur-unsur Kerucut
    Untuk lebih memahami unsur-unsur kerucut, dapat kita ilustrasikan seperti pada gambar 2.5 berikut.

    Dengan mengamati gambar tersebut, kita dapat mengetahui unsur-unsur kerucut dengan melengkapi pernyataan berikut.
    1) Tinggi kerucut = ….
    2) Jari-jari alas kerucut = ….
    3) Diameter alas kerucut = ….
    4) Apotema atau garis pelukis = ….

    b. Jaring-jaring Kerucut
    Berdasarkan kegiatan dan gambar di atas kita ketahui bahwa kerucut tersusun dari dua bangun datar, yaitu lingkaran sebagai alas dan selimut yang berupa bidang lengkung (juring lingkaran). Kedua bangun datar yang menyusun kerucut tersebut disebut jaring-jaring kerucut. Perhatikan gambar berikut.

    Gambar 2.6(a) menunjukkan kerucut dengan jari-jari lingkaran alas r, tinggi kerucut t, apotema atau garis pelukis s. Terlihat bahwa jaring-jaring kerucut terdiri atas dua buah bidang datar yang ditunjukkan gambar 2.6 (b) yaitu:
    a. selimut kerucut yang berupa juring lingkaran dengan jari-jari s dan panjang busur 2πr,
    b. alas yang berupa lingkaran dengan jari-jari r.
    C. Bola
    1. Unsur-unsur Bola
    Perhatikan gambar berikut.

    Suatu lingkaran diputar setengah putaran dengan diameter sebagai sumbu putarnya akan diperoleh bangun ruang seperti gambar 2.10 (b). Bentuk bangun yang demikian disebut bola dengan jari-jari bola r dan tinggi d.

    Konsep Kesebangunan dalam Pemecahan Masalah

    BAHAN AJAR 03

    Standar Kompetensi :
    Geometri dan Pengukuran
    1. Memahami kesebangunan bangun datar dan penggunaannya dalam pemecahan masalah
    Kompetensi Dasar :
    1.3 Menggunakan konsep kesebangunan segitiga dalam pemecahan masalah


    Penerapan Konsep Kesebangunan dalam Pemecahan Masalah


    Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali pemanfaatan konsep kesebangunan. Pembuatan miniatur suatu bangun
    an, penggambaran peta suatu daerah semuanya menggunakan konsep kesebangunan. Lebih jelasnya perhatikan contoh berikut.
    Contoh 1.10
    Sebuah model/rancangan suatu pesawat terbang berskala 1 : 300. Jika panjang pesawat tersebut sesungguhnya adalah 60 meter dan jarak antara kedua ujung sayapnya 18 meter, tentukan ukuran-ukuran tersebut pada model/rancangannya.
    Penyelesaian:
    Misal panjang pesawat pada rancangan = x
    Jarak kedua ujung sayap = y

    Jadi, panjang pesawat pada rancangan adalah 20 cm dan jarak kedua ujung sayap 6 cm



    Monday, August 8, 2011

    Segitiga-segitiga Kongruen

    BAHAN AJAR 02

    Nama Sekolah : SMP N 1 PUCAKWANGI
    Mata Pelajaran : Matematika
    Kelas / Semester : IX / 1 (Ganjil)


    Standar Kompetensi :
    Geometri dan Pengukuran
    1. Memahami kesebangunan bangun datar dan penggunaannya dalam pemecahan masalah
    Kompetensi Dasar :
    1.2 Mengidentifikasi sifat-sifat dua segitiga sebangun dan kongruen


    Materi Belajar
    B. Segitiga-segitiga Kongruen
    1. Syarat Dua Segitiga yang Kongruen
    Tentunya kalian masih ingat tentang syarat dua bangun datar yang kongruen. Coba sebutkan. Lebih lanjut, kita akan mengaplikasikannya pada salah satu bangun datar yaitu segitiga. Sekarang coba katakan, apa yang disebut dengan segitiga itu? Bisakah kalian sebutkan benda-benda di sekitar kita yang berbentuk segitiga? Segitiga terangkai dari enam unsur yang terdiri dari tiga sisi dan tiga sudut.



    Dari kegiatan yang kalian lakukan sebelumnya, apakah kedua segitiga tersebut kongruen? Mengapa demikian? Selanjutnya, dapat kita simpulkan bahwa dua segitiga, dikatakan kongruen jika dan hanya jika keduanya mempunyai bentuk dan ukuran yang sama. Jika demikian, unsur-unsur yang seletak saling menutup dengan sempurna. Jadi syarat dua segitiga yang kongruen adalah:
    1.
    2.




    2. Sifat Dua Segitiga yang Kongruen
    Dua segitiga kongruen dapat ditentukan dari ketiga sisi dan sudutnya.
    a. Tiga Sisi (S - S - S)
    Jika dua buah segitiga adalah kongruen maka ketiga sisi segitiga pertama sama panjang dengan ketiga sisi segitiga kedua (sisi-sisi seletak).
    b. Dua Sisi dan Satu Sudut Apit (S - Sd - S)
    Dua segitiga yang kongruen maka dua sisi segitiga pertama sama dengan dua sisi segitiga kedua, dan sudut yang diapitnya sama besar.
    c. Dua Sudut dan Satu Sisi (Sd - S - Sd)
    Dua segitiga yang kongruen maka dua buah sudut dari segitiga pertama sama dengan dua sudut pada segitiga kedua, dan sisi di antara kedua sudut tersebut sama panjang

    3. Perbandingan Sisi-sisi Dua Segitiga Kongruen
    Jika dua buah segitiga kongruen, maka sisi-sisi yang berada di depan sudut yang sama besar mempunyai panjang sama. Perbandingan sisi-sisi segitiga pertama sama dengan perbandingan sisi-sisi segitiga yang kedua.
    Misalkan
    Diberikan: Δ KLM = Δ PQR dengan sifat (s-sd-s)
    Diketahui: KM = PR, K = P, KL = PQ
    Akibatnya LM = QR ∠ L = ∠ Q, ∠ M = ∠ R
    1. Syarat Dua Segitiga yang Sebangun
    Perhatikan gambar berikut ini.


    Δ ABC ~ Δ PQR sehingga berlaku pula syarat kesebangunan, yaitu:
    1.
    2.
    2. Sifat Dua Segitiga yang Sebangun
    a. Sisi-sisi yang Bersesuaian Sebanding
    Untuk lebih memahami sifat-sifat dua segitiga yang sebangun, mari kita lakukan kegiatan berikut ini.


    Dari kegiatan tersebut, ternyata pada dua buah segitiga yang sebangun memiliki tiga pasang sisi-sisi yang seletak dengan perbandingan yang sama atau faktor skala k.
    Kesimpulan:



    b. Sudut-sudut yang Seletak Sama Besar (Sd-Sd-Sd) Masih ingatkah kalian cara menggambar sudut-sudut istimewa? Sekarang, gambarlah Δ ABC dengan besar ∠ A = 60o dan ∠ C = 45o. Perhatikan gambar berikut.

    Ternyata dari kegiatan tersebut kita dapat mengetahui bahwa sudut-sudut yang bersesuaian memiliki besar yang sama dan ketiga sisi yang bersesuaian sebanding. Artinya kedua segitiga itu sebangun. Jadi,

    c. Satu Sudut Sama Besar dan Kedua Sisi yang Mengapitnya Sebanding (S-Sd-S)
    Selain dua sifat segitiga di atas, kita dapat menentukan sifat ketiga yaitu jika salah satu sudutnya sama besar dan kedua sisi yang mengapitnya sebanding, maka kedua segitiga itu sebangun. Untuk memahaminya lakukanlah kegiatan berikut.



    3. Perbandingan Sisi-sisi Dua Segitiga Sebangun
    Sisi-sisi yang bersesuaian pada dua segitiga yang sebangun adalah sebanding. Oleh karena itu jika diketahui faktor skala perbandingannya maka kita dapat mencari panjang sisi-sisi segitiga yang belum diketahui.

    Perhatikan gambar berikut.
    Δ ABC ~ Δ CDE
    Dari gambar tersebut kita ketahui bahwa:
    ∠ DCE = ∠ ACB (berimpitan)
    ∠ CDE = ∠ CAB (sehadap)
    ∠ CED = ∠ CBA (sehadap)
    Jadi ketiga sudut yang bersesuaian sama besar. Perhatikan perbandingan sisi-sisi yang seletak. Kita peroleh AC = AD + DC dan BC = BE + EC. Dengan sifat kesebangunan, maka sisi-sisi yang seletak sebanding.

    Jadi diperoleh:









    Bangun-Bangun yang Sebangun dan Kongruen

    Mata Pelajaran : Matematika
    Kelas / Semester: IX / 1 (Ganjil)

    Standar Kompetensi :
    Geometri dan Pengukuran
    1. Memahami kesebangunan bangun datar dan penggunaannya dalam pemecahan masalah

    Kompetensi Dasar :
    1.1 Mengidentifikasi bangun-bangun datar yang sebangun dan kongruen

    Materi Ajar :

    Pernahkah kalian melihat miniatur gedung yang dibuat untuk melihat rencana bentuk asli gedung yang akan dibangun? Konsep apakah yang digunakan? Untuk memahaminya, ikutilah uraian pada materi berikut ini. Kalian diharapkan dapat mengidentifikasi bangun-bangun datar yang sebangun dan kongruen, sifat-sifat dua segitiga sebangun dan kongruen. Pada akhirnya, kalian dapat menggunakan konsep kesebangunan ini dalam memecahkan masalah sehari-hari.

    A. Kesebangunan Dua Bangun Datar

    Masih ingatkah kalian dengan bangun datar? Coba sebutkan bentuk bangun datar di sekitar kalian. Kita dapat menemukan bentuk-bentuk bangun datar dalam sebuah bangunan rumah. Misalnya jendela dan pintu berbentuk persegi panjang, lubang ventilasi berbentuk segitiga, dan ubin lantai berbentuk persegi. Disebut apakah bangun datar dengan bentuk dan ukuran yang sama? Bagaimana dengan syaratsyaratnya? Untuk lebih mengetahuinya, kita akan mempelajarinya pada bab Kesebangunan Bangun Datar ini.

    1. Dua Bangun Datar yang Kongruen (Sama dan Sebangun)
    Perhatikan gambar pencerminan bangun datar berikut.



    Belah ketupat ABCD dicerminkan terhadap garis lurus l sehingga terbentuk bayangan belah ketupat A'B'C'D. AB = A'B', BC = B'C', CD = C'D, DA = DA' dengan D tetap. Mengapa titik D tetap? Belah ketupat ABCD dan A'B'C'D memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Oleh sebab itu kedua bangun tersebut disebut kongruen atau sama dan sebangun. Ditulis ABCD = A'B'C'D.

    Nah, dari kegiatan di atas kita peroleh syarat dua bangun datar yang kongruen, yaitu:
    - sudut yang bersesuain (seletak) sama besar
    - sisi yang bersesuain (seletak)sama panjang

    2. Dua Bangun Datar yang Sebangun
    Pernahkah kalian melakukan pengamatan dengan menggunakan mikroskop? Pada pembesaran tertentu, kita dapat mengamati benda-benda yang sangat kecil ukurannya. Pengamatan tersebut dapat kita ilustrasikan sebagai berikut.


    Dari gambar di atas, kita dapat melihat benda dengan bentuk sama tetapi ukuran yang berbeda. Perbedaan ukuran terjadi melalui pembesaran atau pengecilan objek dengan menggunakan perbandingan skala tertentu. Ketiga gambar tersebut dikatakan sebangun sebab perbandingan tiap sisinya sama.
    Perhatikan gambar bangun datar berikut.


    Δ ABC dan Δ DEF mempunyai bentuk yang sama, ukuran yang berbeda, tetapi sudut-sudut yang bersesuaian (seletak) sama besar dan sisi-sisi yang bersesuaian (seletak) sebanding. Dalam hal ini ditulis Δ ABC ~ Δ DEF. Dari gambar tersebut tampak bahwa dua bangun datar yang sebangun selalu memenuhi syarat:
    - sudut yang bersesuain (seletak) sama besar
    - sisi yang bersesuain (seletak)sama sebanding


    Menghitung Panjang Sisi dan Besar Sudut Dua Bangun Datar
    a. Panjang Sisi dan Besar Sudut Dua Bangun Datar Kongruen
    Mari kita ingat kembali syarat dua bangun datar yang kongruen. Dua bangun datar dikatakan kongruen jika dan hanya jika memenuhi:
    - sudut yang bersesuain (seletak) sama besar
    - sisi yang bersesuain (seletak)sama panjang
    Jika kita mempunyai dua bangun datar yang kongruen seperti di bawah ini,

    Maka unsur-unsur yang belum diketahui besar dan panjangnya dapat dicari dengan memperhatikan syarat kekongruenan dua bangun datar.
    1) Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar
    Diketahui besar ∠ B = α, ∠ D = β, ∠ E = γ , ∠ G = θ. Karena ABCD = EFGH maka besar ∠ A, ∠ C, ∠ F, dan ∠ H dapat dicari sebagai berikut.


    2) Sisi-sisi yang bersesuaian sama panjang
    Diketahui panjang AD = z, CD = x, EF = y, FG = t. Karena ABCD = EFGH maka panjang AB, BC, GH, dan EH dapat dicari sebagai berikut.


    b. Panjang Sisi dan Besar Sudut Dua Bangun Datar Sebangun
    Perhatikan gambar berikut :


    Apa yang dapat kalian simpulkan dari kedua gambar tersebut? Apakah kedua gambar tersebut sebangun? Ternyata kedua bangun tersebut memenuhi syarat kesebangunan dua bangun datar atau ABCD ~ EFGH, sehingga dipenuhi: